Sabtu, 05 April 2014

Sensor Proximity

 Sensor Proximity

Sensor Proximity sering disebut juga adalah sensor kehadiran tanpa harus disentuh oleh suatu objek untuk itu objek keberadaan untuk dirasakan. Kontak sensor sering dihindari dalam sistem otomatis karena bagian-bagian mana saja tidak disentuh sehingga sensor ini lebih awet. Sistem otomatis semakin sering dirancang dengan non-kontak sensor. Tiga paling umum jenis sensor non-kontak yang digunakan hari ini adalah sensor Proximity induktif, sensor Proximity kapasitif, dan optik kedekatan sensor. Semua sebenarnya sensor transduser, tetapi mereka termasuk sirkuit kontrol yang memungkinkan mereka untuk digunakan sebagai switch. sirkuit Perubahan saklar internal ketika keluaran transduser mencapai nilai tertentu.

1. Sensor Inductive proximity.

Sensor pembatas yang mendeteksi benda berupa logam

2. Capacitive proximity

Sensor pembatas yang mendeteksi benda isolator atau selain logam

Misal: kertas atau plastic.

3. Sensor Proximity Optik

Sensor pembatas yang mendeteksi keberadaan benda yang menggunakan media cahaya. Disini ada jenis sensor yang cahayanya diteruskan ada yang dipantulkan.
Sensor Inductive proximity

Cara Kerja :
Seperti yang telah disebutkan diatas, sensor ini bekerja berdasarkan jarak object terhadap sensor, ketika ada object logam yang mendekat kepadanya dengan jarak yang sangat dekat 5 mm misalkan, maka sensor akan bekerja dan menghubungkan kontaknya, kemudian melalui kabel yang tersedia bisa dihubungkan ke perangkat lainnya seperti lampu indikator, relay, dan lain-lain. Pada saat sensor ini sedang bekerja atau mendeteksi adanya logam (besi) maka akan ditandai dengan lampu kecil berwarna merah atau hijau yang ada dibagian atas sensor, sehingga memudahkan kita dalam memonitor kerja sensor atau ketika melakukan preventive maintenace.

Aplikasi :
1. Sebagai alat keamanan lingkungan atau rumah yang diaplikasikan sebagai alarm.
2. Saat ini sensor proximity banyak terdapat pada smartphone yang menggunakan layar touch-screen.

Ide Pengembangan :
1. Menggunakan sensor inductive proximity untuk mendeteksi logam yang berada di airport.

Referensi :
1. http://sensor-transducer.blogspot.com/2010/12/penggunaan-jenis-sensor-proximity-dalam.html
2. http://bengkelulik.blogspot.com/2011/01/sensor-proximity.html

Sensor Optic

 Sensor Optic

Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan. Contohnya photo cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo multiplier, pyrometer optic, dsb.

1. Through-beam Sensors

Terdapat dua alat sensor yaitu sebagai pengirim dan satunya sebagai penerima, Emitter berfungsi sebagai pengirim sinar infra red yang nantinya akan diterima oleh receiver untuk direspon. Manakala sinar yang dikirim oleh emitter ke receiver terhalang suatu benda padat maka receiver akan meresponnya sehingga outputnya akan bekerja.

2. Retro-reflective Sensor
Sensor jenis ini emitter dan receiver nya berada pada satu alat/dikombinasikan sehingga cukup simpel, tugas receiver pada jenis through beam sensor, telah digantikan oleh reflector, sinar yang di pancarkan oleh emitter keluar, akan dipantulkan kembali oleh reflector lalu sinar tersebut diterima oleh receiver, sehingga saat sinar yang dipancarkan tidak saampai ke receiver, maka output sensor tsb akan bekerja.

3. Diffuse-reflective Sensors
Sensor jenis ini sangat simpel, receiver dan emitter terkombinasi pada satu tempat, tapi tidak memerlukan reflector khusus seperti diatas, reflectornya sendiri adalah benda itu sendiri yang terdeteksi oleh sensor. Sensor memancarkan sinar (emitter) keluar, manakala suatu benda datang dibagian muka, maka sinar akan dipantulkan oleh benda tadi ke receiver, sehingga output sensor akan bekerja

Aplikasi :
1. Sensor Photoelektrik Diffuse “Penghitung barang jadi”.


Cara kerja :
Barang jadi diatas konveyor akan dideteksi oleh sensor difuse kemudian cahaya dari sensor yang mengenai benda, akan dipantulkan kembali ke sensor. Benda yang dideteksi oleh sensor ini akan dihitung otomatis.

2. Sensor photoelektrik pada drag motor
Berikut ini adalah aplikasi dari sensor photoelektrik yang dipasang pada lintasan balap motor drag resmi. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi laju pertama dari ban para pebalap.
Peraturan nya balap adalah lampu harus sampai hijau yang menyala. Apabila pembalab berjalan sebelum lampu hijau (1/1000 detik) akan terdeteksi oleh ensor dari photoelektrik yang dipasang pada garis start.
Jika pembalap berjalan sebelum lampu hijau maka dinyatakan diskualifikasi dengan tanda buzzer yang nyala nyaring

                               


Ide Pengembangan :
1. Menghitung banyaknya suporter sepakbola yang menonton di lapangan.
2. Menghitung kecepatan orang berlari dalam lomba lari.


Referensi :
1. http://sipiit.blogspot.com/2014/03/sensor-optik.html
2. http://ilmulistrik.com/sensor-optik.html